Alhamdulillah website SALAF.OR.ID hadir insya Allah turut menyemarakkan dakwah bermanhaj salaf terutama di Yogyakarta dan sekitarnya, semoga bermanfaat bagi kaum muslimin di manapun berada.

Di antara materi website ini adalah berasal dari tulisan dan kajian beberapa ustadz ahlussunnah di Yogyakarta, seperti Ustadz Abdul Mu’thi Almaidany, Ustadz Abu Usamah Yahya Allijazy, Ustadz Abu Idris Enggar, Ustadz Ahmad Halim, dan beberapa ikhwah pengurus kajian dan pendidikan bermanhaj salaf di Yogyakarta.

Insya Allah Anda dapat mengikuti update materi website ini berupa;
– artikel Islamiyah
– informasi jadwal kajian
– download audio kajian
– informasi pendidikan Islam
– publikasi dakwah
– konsultasi/tanya-jawab bersama ustadz
dan informasi kegiatan dakwah lainnya.

Jangan lupa ikuti juga fanspage kami di http://facebook.com/salaf.or.id

Bagikan informasi berharga ini, semoga bermanfaat bagi kaum muslimin.
Jazakumullahu khairan.

Sekretariat: Graha Al-Ilmu, Nitipuran No.285 Rt.8 Gg.Trajumas Dk.Sonosewu Yogyakarta, HP: 085729231531 (Telp/SMS/WA)

9 Comments

  • G u n a di says:

    Alhamdhulillah ,saya sangat bersyukur karena bisa mengikuti /mendengarkan kajian yang disiarkan melalui Radio Syiar Sunnah biyarpun tidak mengikuti kajian secara langsung bisa menambah ilmu dalam ber Agama kami

  • Ahmad munir says:

    Ini kisah saudara saya.
    Saudara saya ini dulu suka chatting sama wanita. Awalnya wanita mengaku masih gadis. Berjalan selama 1 bulan saudara saya ini mencintai wanita tersebut, dan dua bulan kemudian ternyata wanita ini jujur telah bersuami dan punya anak dua. tp saudara saya ini sudah sangat mencintai dan si wanita juga sangat mencintai dan sering ketahuan sama si suami tp tetep saja hubungan.
    Dan berselang satu tahun meraka bertemu dan berbuat hal yg tidak di inginkan sudah berapa kali di perbuat.
    Dan si istri minta cerai karna pengen menikah dengan saudara saya. Dan saudara saya pun ingin menikah dengan si perempuan tersebut.

    Pertanyaan ya: boleh tidak mereka menikah ustadz?
    Saya berkali” tanya kata ya saudara saya sudah bertobat dan pengen sekali menikah dengan si perempuan tersebut untuk menembus dosa mereka yg pernah di lakukan.

    • Al Lijazy says:

      bismillah,ash sholatu wassalaamu ‘alaa rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam
      Kalau yang anda maksud berbuat sesuatu yang tidak diinginkan itu adalah berzina, maka ini yang kami sesalkan. sebab, apa yang telah mereka lakukan dari perzinahan yang sangatlah di murkai Allah Ta’ala. Tapi qoddarullah itu sudah terjadi dan bagaimanapun harus diterima kenyataan tersebut, namun untuk kedepannya kami nasehatkan bahwa,Ketahuilah bahwa Zina termasuk salah satu dosa besar dalam islam. Karena itu, dosa zina selain da ancaman di akhiratnya juga mendapatkan hukuman khusus di dunia Yaitu harus diCambuk 100 kali bagi pezina yang belum menikah (ghairu Muhshon), dan di rajam(di lempari batu sampai mati) bagi pezina Muhshon (yang sudah menikah).
      Dan selain itu, setiap orang yang melakukan perbuatan dosa(termasuk dosa zina), dia diwajibkan untuk bertaubat. Dan cara yang diajarkan oleh islam untuk menghapus dosa besar adalah dengan bertaubat. Allah Ta’ala berfirman,
      إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
      “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).
      Ayat ini menjelaskan, syarat dihapuskannya kesalahan adalah bertaubat, dengan meninggalkan dosa yang dilakukan.
      Taubat secara bahasa artinya kembali. Orang yang bertaubat, berarti dia kembali dari kemaksiatan, menuju aturan Allah Ta’ala, diiringi memohon ampun kepada-Nya.
      Dan ”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun: al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut), an-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut, dan al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya. (Syarh Shahih Muslim, 17/59)
      Jika saudara anda sudah melakukan taubat dengan terpenui syarat-syarat tersebut maka in syaa Allah Allah ta’ala akan berkenan Mengampuninya.
      Jadi tidak seperti anggapannya dan sebagian orang bahwa kalau berzina dengan menikah bisa menebus atau bahkan akan menghapus dosa zina tersebut. Ini adalah pemahaman yang salah, yang benar dosa zina akan diampuni dengan cara taubat nasuha dengan terpenuhi syarat-syaratnya dan menikah hanya sekedar menutupi aib mereka saja di dunia bukan untuk menghapus dosa zina yang telah mereka lakukan
      Untuk kasus saudara anda boleh saja menikahi wanita tersebut asal wanita tersebut sudah bercerai dengan suaminya dan tentunya setelah menjalani masa iddahnya dengan baik. Meskipun perlu wanita tersebut ketahui bahwa meminta cerai kepada suami dengan alasan yang tidak dibenarkan syari’at dalah dosa besar dan mendapatkan ancaman yang mengerikan di akhiratnya seperti dalam hadits berikut
      أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس َفَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
      “Wanita mana yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada alasan yang dibolehkan (syari’at) maka haram baginya mencium baunya surga.” HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban, dishahihkan Al-Imam Al-Albani.
      Padahal berdasarkan cerita anda wanita tersebut meminta cerai dengan suaminya karena alasan ingin menikah dengan selingkuhnnya yang dia telah mengawalinya dengan perzinahan. Na’udzubillah wAllahul musta’aan. Maka itu hendaknya dia segera bertaubat dari perbuatannya dan memperbanyak amal shalih dan shodaqoh. Untuk hukum wanita tersebut kami tidak bisa berkata-kata kecuali hanya menyerahkan semuanya kepada Allah Robbul ‘ alamiin. Semoga aAAllah berkenan me ngampuni mereka dan kita semua. Allahu a’lam bish shawaab.

  • tantok abu yusuf allijazy says:

    Afwan ustadz…apa bnr ustadz berasal dr leces probolinggo?mdh2an benar…sukron katsiron

  • Dewi Regia says:

    Orangtua saya berjualan di pasar, untuk perputaran modal ambil pinjaman koperasi swasta, dan keuntungan dagang banyak tersisihkan untuk menutup pinjaman..hingga modal jualan menumpuk dan saya diminta untuk meminjam koperasi di tempat kerja saya sebesar 7.5 juta dgn bunga 1 %, beberapa saat kemudian orangtua meminta agar kembali meminjam uang sebanyak 20 juta untuk membeli tempat sewa dagangan karena hendak dijual pemiliknya..saya pinjam kembali ke koperasi tempat kerja saya dgn bunga sama..baru ini orangtua meminta pinjaman kembali sebesar 10 juta ke leasing motor yg sudah akan habis bulan ini..yg saya khawatirkan riba yg tak kunjung usai..dan cicilan selalu saya usahakan secepatnya hingga uang gaji bulanan saya habis untuk membayar cicilan tsb..

    • Al Lijazy says:

      bismillah, sebisa mungkin anda selesaikan cicilan hutang2 tersebut dengan cara yang paling cepatnya, setelah itu bertaubatlah kepada Allah Ta’ala dari dosa riba, dan mohonlah kepada Allah Ta’ala agar Allah mudahkan anda dalam menyelesaikan dan berlepas diri dari riba. Allahua’lam semoga Allah memberikan anda jalan keluar yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *