Bismillaah.
Ustadz, saya ingin bertanya. Berapakah tinggi minimum benda/sesuatu yang dapat digunakan sebagai sutrah di dalam shalat? Apakah bisa ransel digunakan sebagai sutrah?
Jazaakumullaahu khayraa. (Salwa)

Jawab (Ust Abu Usamah Yahya):

Bismillah,
Tentang minimal tinggi benda yang dapat digunakan sebagai sutrah dalam shalat diantaranya apa disebutkan dalam riwayat Thalhah dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِذَا وَضَعَ أَحَدُكُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلَ مُؤْخِرَةِ الرَّحْلِ فَلْيُصَلِّ، وَلاَ يُبَالِ مَنْ مَرَّ وَرَاءَ ذَلِكَ

“Apabila salah seorang dari kalian meletakkan semisal mu`khiratur rahl di hadapannya maka silakan ia shalat dan jangan memedulikan orang yang lewat di belakang sutrahnya tersebut.” (HR. Muslim no. 1111 atau 2/54/1138 Maktabah syamilah)

Al Imam An Nawawi rahimahullah ketika mensyarah hadits ini beliau menjelaskan bahwa
mu`khiratur rahl (مُؤْخِرَةِ الرَّحْلِ) adalah tinggi minimal benda yang dapat digunakan untuk sutrah dalam shalat. Yang dia itu adalah sebuah kayu yang diletakkan di bagian belakang tunggangan unta. Dan beliau jelaskan juga tinggi mu`khiratur rahl adalah sekitar sepertiga dira’(hasta).
Jadi yang dikatakan sehasta itu adalah panjang dari siku sampai ujung jari tangan, berarti jika sepertiganya dari itu bisa diukur dan dikira-kira sendiri. Untuk tas rangsel jika memang setinggi itu juga bisa dibuat sutrah. Allahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *