Pertanyaan:
Bismillah.
Mau tanya,bagaimana sikap kita terhadap saudara kandung yang murtad? Ortu kurang keras dalam mendidik anak, saya sampai sekarang sudah putus komunikasi sama saudara dan sudah berusaha menasehati tapi tidak ada hasil, jazaakumullohu khoiron. (Tri Kurniawati)

Dijawab oleh Ustadz Abu Usamah Yahya:

Bismillah, tentunya apa yang terjadi pada saudara kandung penanya tersebut adalah musibah baginya yang kita wajib berlindung kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar tidak menimpa kita dan agar Allah ‘Azza wa Jalla tetap menjaga kita untuk selalu kokoh dalam Islam hingga akhir hayat kita.
Adapun apa yang telah terjadi, yakni saudara kandung penanya yang murtad ( keluar dari Islam ) tentunya ada sikap dari kita sebagai seorang muslim, diantaranya yaitu kita bara’ ( berlepas diri) darinya dan kekufurannya dan tidak wala’ ( mendukung / loyal ) terhadap ibadah dan ajaran barunya.
Jika sikap penanya memilih memutus hubungan dengannya diusahakan agar dengan sikap seperti itu ada manfaat yang bisa diambil. Misalkan dengan didiamkan akan membuat dia berfikir dan bertaubat dari kekufurannya, dan tentunya ini yang kita inginkan.
Namun dibalik sikap tersebut masih ada kesempatan bagi kita kita untuk menasehati dengan menyentuh hatinya agar bisa kembali kepada Islam, dan ini wajib hukumnya, meskipun dengan cara mengunjunginya dan menasehatinya, atau dengan metode ta’lif ( melembutkan hatinya ) dengan hadiah atau semisalnya. Namun jika sudah dinasehati dia tetap kokoh dengan kekufurannya tentunya kita tetap bara’ padanya hingga ia kembali kepada Islam.

Mungkin ada yang perlu kita renungkan dari penjelasan Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ( dikutip dari buku Al Wala’ dan Al Bara’ Terhadap Orang Kafir, penulis Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah ) ketika beliau ditanya :

Bagaimana hukum mencintai orang kafir dan lebih mengutamakan mereka dari pada kaum muslimin?

Beliau menjawab, tidak ada keraguan bahwa orang yang mencintai orang kafir lebih dari kaum muslimin berarti dia telah melakukan keharaman yang besar. Karena sesungguhnya ia wajib mencintai kaum muslimin, dan cintanya untuk mereka sebagaimana kecintaan untuk dirinya. Adapun mencintai musuh-musuh Allah ‘Azza wa Jalla lebih dari kaum muslimin maka ini adalah bahaya besar dan haram baginya. Bahkan tidak boleh mencintai mereka meski lebih sedikit dari kaum muslimin.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (artinya) :
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22)
Adapun orang-orang kafir karena murtad maka wajib di-hajr dan dijauhi. Jangan diajak duduk-duduk dan makan-makan jika sudah dinasehati dan didakwahi untuk kembali kepada Islam, namun mereka (tetap) menolak. Karena orang yang murtad tidak boleh dibiarkan pada kemurtadannya, namun diajak untuk kembali kepada agama yang ia keluar darinya. Jika dia menolak, wajib untuk membunuhnya ( oleh pemerintah yang sah. –pent-). Dan jika dibunuh karena murtad, maka ia tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalati, dan tidak dikubur bersama kaum muslimin. Akan tetapi dibuang dengan pakaian dan darahnya yang najis di lubang yang jauh dari pekuburan kaum muslimin di tanah yang tidak bertuan.

Adapun orang kafir yang tidak murtad dan merupakan kerabat, mereka tetap punya hak kekerabatan sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (artinya):

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra: 26)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang dua orang tua yang kafir dan musyrik (artinya):

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (Luqman: 15)

Allahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *