Menikah Mendahului Kakak

December 20, 2015

Pertanyaan:
saya mau bertanya saya sudah berumur 25 tpi ke dua kaka laki2 saya belum menikah tpi saya sudah mantep ingin menikah semata2 untuk mengabdi kepada allah agar tdk menimbulkan dosa
apakah boleh saya melangkahi kedua kaka tersebut
dan kaka pertama ia sebagai wali saya kelak saya menikah karena ayah saya sudah meninggal
apakah dosa jika saya melangkahi kaka yg sebagai wali ku (Mutiara Reva)

Dijawab oleh Ust Abu Usamah Yahya:

Bismillah, kalau memang sudah siap menikah dan sudah terpenuhi syarat-syaratnya maka segerakan saja menikahnya. Sebab perintah Rasulullah adalah menyegerakan nikah bagi yang sudah mampu seperti dalam sabda beliau
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ منكم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400).
Tentang adat-istiadat yang melarang melangkahi saudara tua, menjaga perasaan saudara tua, menghindari mitos tidak baik perempuan dilangkah, menjaga pandangan orang terhadap kakak perempuannya yang dilangkah, dst.. maka semuanya bukanlah alasan-alasan syar’i yang bisa membuat pernikahan ditunda. Ketentuan-ketentuan tersebut bukanlah hukum islam dan seorang muslim hanya wajib terikat dengan hukum Allah saja, tidak ada yang lain. Allah berfirman;
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
Dan hendaklah kkalian memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (Al-Maidah; 49)
Jadi melangkahi kakak anda meskipun dia sebagai wali anda in syaa Allah tidak masalah, lanjutkan aja in Syaa Allah semoga barokah. Allahua’lam

4 Comments

  • yani says:

    Saya perempuan umur 25thn memiliki sungguh” mau menikah karna Allah,dan calon saya sudah dua kali melamar bersama keluarganya,akan tetapi orang tua saya belom mengijinkan alasan malu karna saya memilih calon yang cacat pisik,padahal hubungan kami sudah 4thn berjalan dan kami saling mencintai..

    • Al Lijazy says:

      Bismillah,Satu hal yang menyedihkan, bila calon suami pilihan kita ternyata tidak direstui orangtua, apalagi ketidak setujuannya karena cacat fisik yang kita anggap tidak penting untuk dipermasalahkan. Memang dalam Islam sendiri tidak dibenarkan orang tua menolak seseorang untuk menikahi putrinya karena cacat fisik yang itu sudah menjadi kehendak Allah Ta’ala atasnya. Karena, kebaikan ahlak dan pemahaman agama yang baik adalah yang paling penting dari segalanya.
      Meskipun demikian, agama juga tidak menyarankan anak perempuan untuk melawan orangtuanya dalam hal ini, karena ridho orangtua juga anda perlukan untuk keberkahan pernikahan anda. Oleh karena itu memang dibutuhkan banyak kesabaran anda untuk meluluhkan hati orangtua agar menerima pilihan anda. misalnya dengan mengajak orangtua anda berbicara dari hati kehati, kemukakan alasan terbaik anda memilih dia jadi suami anda. Anda mungkin perlu seorang mediator yang pendapatnya dapat didengarkan orangtua.
      Untuk menikah secara syah, tentu harus memenuhi rukun nikah yang salah satunya adanya wali dari ayah kandung atau wakil dari pihak ayah dan seterusnya. Meskipun tidak mengantongi restu ortu, anda teranggap sah menikah dengan calon suami anda selama rukun nikah terpenuhi. Meski demikian ada baiknya jika anda bersabar hingga orangtua yakin bahwa pilihan anda adalah pria terbaik bagi anda.
      Saya yakin bagaimanapun orangtua hanya menginginkan anaknya bahagia, karenanya tunjukkan bahwa pilihan anda adalah orang yang tepat dan satu-satunya yang bisa membahagiakan anda dunia dan akhirat. Di samping itu memohonlah pada Allah agar Dia membukakan hati kedua orangtua agar mau menerima kekurangan calon suami anda. karena cacat fisiknya juga merupakan ciptaan Allah Ta;alayang tidak sepantasnya dijadikan alasan untuk menolaknya sebagai calon suami anda. Semoga tidak perlu waktu terlalu lama bagi anda untuk mendapatkan restu orangtua anda. Allahualam bishawab

  • Tia says:

    Assalamualaikum.. saya gadis 22th mau bertanya. Saya dan pasangan sudah berhubungan slm 7 bln. InsyaAllah atas petunjuk dari Allah saya sdh yakin dgn pasangan saya. Kami berniat menikah utk menjauhkan diri dr perbuatan zina karena mempunya ketertarikan yg sama2 kuat dan utk menyempurnakan sebagian iman kami. Tapi terhalang izin dan restu dr orgtua saya karena kakak perempuan saya belum menikah. Orgtua saya merasa kasihan kpd kakak saya dan malu kpd org2 jika saya melangkahi kakak saya. Diluar daripada itu saya tdk tahu apa ada alasan lain tetapi orgtua saya mengatakan itu..

    • Al Lijazy says:

      Bismillah,wa’alaikum Salaam warahmatullah
      Bismillah, bicaralah dengan baik-baik dan lemah lembut kepada orang tua, nasehatkan kepada beliau bahwa kalau memang putra-putrinya sudah siap menikah dan sudah terpenuhi syarat-syaratnya maka segerakan saja menikahkannya. Sebab perintah Rasulullah adalah menyegerakan nikah bagi yang sudah mampu seperti dalam sabda beliau
      يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ منكم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
      “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400).
      Tentang adat-istiadat yang melarang melangkahi saudara tua, menjaga perasaan saudara tua, menghindari mitos tidak baik perempuan dilangkah, menjaga pandangan orang terhadap kakak perempuannya yang dilangkah, dst.. maka semuanya bukanlah alasan-alasan syar’i yang bisa membuat pernikahan ditunda. Ketentuan-ketentuan tersebut bukanlah hukum islam dan seorang muslim hanya wajib terikat dengan hukum Allah saja, tidak ada yang lain. Allah berfirman;
      وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
      Dan hendaklah kkalian memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (Al-Maidah; 49)
      Jika sudah mampu menikah dan dengan menunda menikah akan terjadi perbuatan dosa maka hukumnya wajib menikah. Dan menghalanginya dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat termasuk dosa besar.
      Dan sampaikan juga nasehat kepada orang tua agar merenungkan bahwasannya bagaimana perasaan kita sebagai orang tua yang apabila pada masa muda kita ingin menikah, namun dihalang-halangi oleh orang tua? Tentu kita akan merasa menderita, yang bisa jadi dampaknya kan berpengaruh terhadap aktivitas ibadah kita, selain adanya kekhawatiran terjatuh kedalam fitnah syahwat. Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
      وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
      “ Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S An Nuur : 32 )
      Sebagai contoh saja dari fatwa ulama’ untuk kasus yang berbeda tentang alasan tidak merestuinya ortu terhadap pernikahan anaknya
      Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah tatkala ditanya : ” Bagaimana hukum orang tua yang menghalangi putrinya yang sudah kuat (keinginannya) untuk menikah tetapi mereka masih menyuruh putrinya melanjutkan kuliah?”
      Maka beliau menjawab: ” Tidak diragukan lagi bahwa orang tuamu yang melarangmu (menikah padahal kamu) sudah siap menikah hukumnya adalah haram. Sebab, menikah itu lebih utama dari pada menuntut ilmu, dan juga karena menikah itu tidak menghalangi untuk menuntut ilmu, bahkan bisa ditempuh keduanya. Jika kondisimu demikian wahai Ukhti! Engkau bisa mengadu ke pengadilan agama dan menyampaikan perkara tersebut, lalu tunggulah keputusannya.” (Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin 2/754).
      Kalau dengan alasan kuliah saja beliau berfatwa demikian apalagi hanya karena adat atau mitos,tentunya akan lebih kuat lagi hukumnya in syaa Allah.
      Namun Kalau dengan bicara sendiri dengan baik-baik belum berhasil,mungkin sebaiknya anda adakan musyawarah keluarga besar, bila perlu anda cari pihak ketiga yang berilmu syar’i dan bijak yang bisa membantu menjembatani antara anda dan ortu anda. Intinya secara syar’i anda tetap memiliki hak untuk punya keinginan menikah demi mashlahat pada diri anda dan juga berhak untuk memilih calon pasangan hidup anda, namun tidak ada salahnya tetap memperhatikan mudharat dan mashlahat dengan keluarga besar anda, maka itu semoga dengan adanya musyawarah keluarga akan ada jalan keluar yang terbaik nantinya in syaa Allah.
      Untuk Selanjutnya Kami anjurkan anda untuk shalat istikharah meminta petunjuk Allah Ta’ala dan memohon kemudahan dariNya, hanya Allah Ta’ala saja yang bisa membukakan hati manusia yang masih tertutup. Pastikan sebelum istikharah pilihan anda sudah sesuai dengan kriteria syari’ah dan bersabarlah setelah berdo’a sambil menunggu jawaban dari Allah Ta’ala, jangan menunggu jawaban Allah Ta’ala sambil bermaksiat kepadanya misalkan dengan tetap berpacaran dengannya, stop pacaran sampai dia sudah menjadi halal bagi anda. Setelah Allah Ta’ala nantinya memutuskan sesuatu kepada anda dengan kemantaban hati baru silahkan anda yakinkan orang tua anda untuk kedua kalinya bahwa calon anda adalah pilihan Allah ta’ala untuk anda. Dan andapun sudah siap untuk menikah. Allahua’lam, semoga dimudahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *