Iqomah Sholat bagi Wanita

April 13, 2015

Pertanyaan:
Assalmu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Ustadz, saya ingin bertanya. Apabila para muslimah hendak melaksanakan shalat lima waktu secara berjama’ah di rumah, apakah disyari’atkan untuk mengumandangkan iqamat sebelum menegakkan shalat walaupun adzan maupun iqamat sudah dikumandangkan di masjid-masjid sekitar?
Jazaakumullaahu khayraa

Dijawab oleh Ust Abu Usamah Yahya:

Wa’alaikum Salaam warahmatullahi wabaraakaatuhu,
Bismillah,
Pada asalnya wanita tidak disyariatkan adzan dan iqamah, sebab adzan dan iqamah hanya disyariatkan bagi laki-laki untuk mengumumkan sudah masuknya waktu shalat serta memanggil orang-orang agar datang ke masjid untuk shalat jamaah. Sedangkan para wanita yang afdhal shalat dirumahnya tanpa adzan dan iqamah.

Namun jika ada sekelompok jamaah khusus wanita yang shalat jamaah di tempat yang khusus buat wanita, para Ulama berbeda pendapat, diantaranya ada yang berpendapat mustahab/disukai, ada yang makruh/dibenci dan ada yang berpendapat mubah/ boleh.

Dan saat ini pendapat yang kami pilih adalah BOLEH bagi wanita untuk melakukan adzan dan iqamah dijama’ah khusus wanita dengan tempat yang khusus juga buat wanita, namun dengan syarat, hanya dilakukan di lingkungan tempat jama’ah khusus wanita dan dengan suara yang pelan hanya cukup didengar oleh jama’ah wanita saja.

Di antara dalilnya adalah sebagai berikut:
Pertama: Keterangan dari Ibnu Umar, bahwa beliau ditanya,
هل على النساء أذان فغضب، وقال: أنا أنهى عن ذكر الله!!”.
“Apakah wanita boleh adzan?” Kemudian, beliau marah, dan mengatakan, “Apakah saya melarang orang untuk berzikir (menyebut nama) Allah?” (Riwayat Ibnu Abu Syaibah dalam Mushannaf 1/202/2324, sanadnya dinilai baik oleh Syaikh Al-Albani)

Kedua: Riwayat dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha,
” أنها كانت تؤذن وتقيم، وتؤم النساء وتقوم وسطهن”.
“Bahwa dulu beliau melakukan azan dan iqamah, kemudian mengimami jemaah wanita. Beliau berdiri di tengah shaf wanita.” (HR. Abdurrazaq dalam mushannaf 3/126/5016 dan Al-Baihaqi; dinilai kuat oleh Al-Albani)
Semua riwayat di atas in syaa Allah menunjukkan bolehnya adzan dan iqamah bagi wanita. Hanya saja, harus dilakukan di lingkungan khusus wanita dan tidak didengar kaum laki-laki. Allahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *