Para pengunjung dan pembaca dapat juga mengambil faedah dari berbagai website ahlussunnah lainnya, di antaranya:
www.salafy.or.id
www.asysyariah.com
www.almakassari.com
www.syiartauhid.info
www.sunnah.or.id
www.akhwat.web.id
www.al-ilmu.biz
www.ilmoe.com
www.abatatsa.com
www.almaidani.net
www.al-lijazy.com
www.kajian.info
www.almadinah.or.id
www.dzulqarnain.net
– dan masih banyak lagi…

4 Comments

  • rahman says:

    Bismillah, assalamualaikum mao tanya ustad/admin, ana inshaallah dpt tunangan dgn orang aceh, menurut nya setelah kami berunding tentang tgl pernikahan, tunangan ana brtanya kpd salah satu ulama di sana tntang hari &bulan yg baik untuk menikah, menurut nya sih beliau merujuk kpd kitab tajul muluk. Prtanyaan nya, apa hukum nya klo sy mengikuti saran tntang tgl yg menurut nya baik itu? Selain sebaik-baik nya hari itu adalah hri jum’at dan Rasulullah menikah pada bulan syawal, ada kah hadits lain yg bs mnjadi rujukan untuk perkara tgl dan hari pernikahan? Jazakumullah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    • Al Lijazy says:

      Bismillah,wa’alaikum Salaam warahmatullah
      Kami nasehatkan anda agar tidak perlu bertanya ataupun meyakini adanya hari baik buat pernikahan kepada manusia siapapun. Apalagi seperti yang anda ceritakan rujukannya kitab tajul muluk, kalau tidak salah bukannya kitab tersebut adalah kitabnya kaum syi’ah bukan? Namun terlepas dari kitab siapapun tidak boleh bagi kita mengkhususkan hari tertentu untuk melangsungkan pernikahan dengan meyakini hari itu adalah hari terbaik dari hari-hari yang lain.
      Yang perlu anda yakini adalah bahwasannya seluruh hari adalah baik, sebab Allah ta’ala lah yang menciptakan dan mengatur seluru waktu dan hari.
      kami tidak menjumpai ada satu dalilpun yang menyebutkan tentang hari sial atau tanggal sial yang selayaknya hidindari ketika hendak melakukan hajatan. Allahua’lam
      sebagai penambah wawasan bagi anda kami ingin sampaikan bahwasannya,
      Berkeyakinan Sial, Termasuk Syirik
      Dalam kajian masalah aqidah, berkeyakinan sial karena melihat peristiwa tertentu atau terhadap hari tertentu disebut thiyarah atau tathayur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut perbuatan ini sebagai kesyirikan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari sahabat Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلَاثًا
      “Thiyarah itu syirik…, Thiyarah itu syirik…, (diulang 3 kali)” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan yang lainnya. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Sanadnya shahih).
      Contoh thiyaroh yang banyak tersebar di indonesia adalah keyakinan sial yang dialami masyarakat suku tertentu terhadap bulan suro (bulan Muharam). Pantangan bagi mereka untuk melakukan hajatan apapun di bulan ini. Karena menurut mereka, bulan suro adalah bulan celaka dan bulan Muharam adalah bulan ancaman bencana.
      Kita harus Melawan Thiyaroh
      Sejatinya keyakinan ini sama persis dengan keyakinan masyarakat jahiliyah masa silam. Hanya saja bulannya berbeda. Bagi masyarakat jahiliyah, bulan syawal adalah bulan pantangan untuk menikah. Untuk melawan keyakinan ini, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi sebagian istrinya di bulan syawal. Beliau ingin buktikan bahwa pernikahan bulan syawal tidak memberi dampak buruk apapun bagi keluarga. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha;
      تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى ؟ قال وكانت عائشة تستحب أن تدخل نساءها في شوال
      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan mengadakan malam pertama denganku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian beliau selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jika suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain)
      Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan agar menikah atau melakukan malam pertama di bulan Syawal karena semata-mata mengikuti sunnah, bukan karena meyakini selain bulan syawwal tidak bagus. Sementara ulama lainnya mengatakan, semacam ini dikembalikan pada tujuan dakwah. A’isyah menyatakan demikian sebagai bentuk tantangan kepada keyakinan masyarakat jahiliyah bahwa menurut mereka nikah di bulan syawal tidak akan bahagia dan beakhir dengan perceraian. Namun A’isyah meyakinkan, dirinya wanita paling bahagia, padahal beliau menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan syawal.
      Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,
      وقصدت عائشة بهذا الكلام رد ما كانت الجاهلية عليه وما يتخيله بعض العوام اليوم من كراهة التزوج والتزويج والدخول في شوال وهذا باطل لا أصل له وهو من آثار الجاهلية كانوا يتطيرون بذلك
      “Tujuan Aisyah mengatakan demikian adalah sebagai bantahan terhadap keyakinan jahiliah dan khurafat yang beredar di kalangan masyarakat awam pada waktu itu, bahwa dimakruhkan menikah atau melakukan malam pertama di bulan Syawal. Ini adalah keyakinan yang salah, yang tidak memiliki landasan. Bahkan, keyakinan ini merupakan peninggalan masyarkat jahiliah yang meyakini adanya kesialan menikah di bulan Syawal.” (Syarh Shahih Muslim, 9/209).
      Janganlah sekali-kali mendekati, apalagi meyakini yang seperti itu sama sekali, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman, shalatnya tidak diterima. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
      Siapa yang mendatangi peramal, kemudian bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. (HR. Ahmad, Muslim)
      Untuk anda, Bersikaplah optimis, semua tanggal pernikahan adalah baik. Tawakkal kepada Allah Ta’ala, dan memohon semoga Allah memberkahi pernikahan anda dan keluarga anda. Selanjutnya jadikan keluarga anda: suami – istri yang bisa bekerja sama untuk membangun ketaqwaan kepada Allah Ta’ala, bekerja sama melakukan ketaatan. Semoga perjumpaan pasangan muslim di dunia akan berlanjut di surga kelak. Amiin.
      Allahu a’lam, semoga dimudahkan.

  • Susilawati says:

    Aslmualaikum, maaf ustadz saya sdh berumur 25 thun,, syaaa sudah d desek orang tua nikah,, lalau hal tersebut saya sampaikan kepda pcr sya,, tapi skrmg malah mnjdi masalah keluarga pcr sya,, pcr sya sdh tdk memiliki org tua,, jdi untuk meminta restu harus sama kakanya,, tapii entah sya yg salah meminta dinikahi atau mereka yg blm siap,, skrmg sya sama kakanya malah berantem hebaattt,, banyak syarat yg harus sya lalukakn jikan ingin dinikahin adiknya,, entah karna adiknyaa tulang punggung dy sehinggaa kakanya blm rela adiknya sehingga mencari2 alasan entah bagaimna syaa gak ngertii,, skrng yg niat nyaaa sya mau ibadah malah jdi kebencian sama kluargaanya saya merasaa mereka menghalanghalangii,, itu bagaimana pak

    • Al Lijazy says:

      bismillah, wa’alaikum Salaam warahmatullah, kalau saran kami sebaiknya anda tunggu pihak laki-laki dulu aja yang datang ke keluarga anda, dan memang yang pantas harusnya bukan anda sendiri sebagai perempuan yang meminta sendiri untuk dinikahi, tapi paling tidak wali anda yang memintanya, meskipun yang pantas adalah pihak wanita yang menunggu datangnya pihak keluarga laki-laki, agar tidak terjadi seperti ini, yakni pihak wanita yang serasa direndahkan, kalau sekian lama pihak laki-laki tidak datang berarti mereka tidak serius dengan anda, sebaiknya anda cari calon yang lain aja yang lebih serius dan bertanggung jawab.
      Untuk Selanjutnya Kami nasehatkan anda untuk shalat istikharah meminta petunjuk Allah Ta’ala dan memohon kemudahan dariNya, hanya Allah Ta’ala saja yang bisa membukakan hati manusia yang masih tertutup. Pastikan sebelum istikharah pilihan anda sudah sesuai dengan kriteria syari’ah dan bersabarlah setelah berdo’a sambil menunggu jawaban dari Allah Ta’ala, jangan menunggu jawaban Allah Ta’ala sambil bermaksiat kepadanya misalkan dengan tetap berpacaran dengannya, stop pacaran sampai dia sudah menjadi halal bagi anda. Setelah Allah Ta’ala nantinya memutuskan sesuatu kepada anda dengan kemantaban hati baru silahkan anda yakinkan orang tuan anda bahwa calon anda adalah pilihan Allah untuk anda. atau mungkin bisa jadi Allah Ta’ala berikan jodoh yang lain yang lebih baik. Allahua’lam, semoga dimudahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *