Info kajian rutin di Prambanan Yogyakarta:

Ahad pekan pertama, jam 15.30-17.00
Bersama ust Abdul Mu’thi Almaidany
Materi: Mudzakiroh Hadits Nabawi

Ahad pekan kedua, jam 10.00-11.30
Bersama ust Hamzah Rifai
Materi: Arba’in Nawawi

Ahad pekan keempat, jam 15.30-17.00
Bersama ust Ahmad Halim
Materi: Riyadhus Shalihin

Bertempat di Masjid Nurul Iman
Trukan Cudan Rt.01 Rw.11, Sumberharjo, Prambanan Sleman DIY.

Kontak person: 085226836423

2 Comments

  • intan says:

    Assalamu’alaikum, ustadz. Ana baru tahu ttg manhaj salaf, jika berniat belajar agama lebih dalam harus mulai dari mana tadz ? Syukron.
    Wassalamu’alaikum.

    • Al Lijazy says:

      Wa’alaikum Salam warahmatullah, sebelumnya kita bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan hidayahNya kepada kita dengan mengenalnya kita terhadap dakwah salaf yang agung ini. Tentunya setelah kita mengenal dakwah ini, ada hal yang harus kita lakukan yaitu memperdalam ilmu agama. Pada prinsipnya para Ulama menjelaskan bahwa hal yang pertama dan utama yang harus kita pelajari terlebih dahulu adalah sesuatu yang berkaitan dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla terhadap hambaNya, yaitu ilmu tentang bagaimana cara mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla dengan benar. Seperti dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
      “ Dari Mu’âdz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya pernah dibonceng oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai, lalu beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah terhadap para hamba dan apa hak para hamba atas Allah?’ Saya menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau pun menjawab, ‘Hak Allah terhadap para hamba ialah mereka beribadah kepada-Nya semata dan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya, sedang hak para hamba atas Allah adalah bahwa Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya.’ Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidakkah saya (perlu) menyampaikan kabar gembira (ini) kepada manusia?’ Beliau menjawab, ‘Janganlah engkau menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka (karena) mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri.’.” (Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari 5/2312 dan Imam Muslim 1/43)

      Ilmu Aqidah, itu yang mula-mula harus kita pelajari dan fahami. Sebab dalam ilmu Aqidah didalamnya dipelajari diantaranya tentang bagaimana mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla sesuai yang Allah ‘Azza wa Jalla inginkan. Juga didalamnya dipelajari tentang iman tentang hari akhirat dan selainnya yang in syaa Allah akan bisa menumbuhkan semangat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya.

      Namun seiring dengan waktu kita juga mempelajari fiqh ibadah dan selainnya. Karena ilmu fiqh didalamnya dipelajari tentang tata cara ibadah kita sehari-hari serta tata cara muamalah dengan sesama manusia sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

      Selain itu juga jangan lupa kita untuk mempelajari sirah Nabawiyah, yaitu kisah perjalanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam mendakwahkan islam, dari kisah beliau sebelum diangkat menjadi Nabi hingga setelah beliau diangkat menjadi Rasul. Dengan tujuan agar kita dapat mencontoh dan mengambil pelajaran berharga dari beliau tentunya dengan harapan bisa menumbuhkan rasa cinta yang sebenarnya kepada junjungan kita Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
      Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa memudahkan kita dalam menuntut ilmu agama sesuai dengan bimbingan para Ulama salafus shalih. Baarokallahu fiikum. Allahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *