Fasal Kedua : Al Qur’an Dan As Sunnah Menetapkan Syafaat
Jumlah seluruh ayat yang secara langsung menyebut masalah syafaat ini ada 25 ayat yang tersebar di 18 surat dalam Al Quran. Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur’an adalah pada QS. al-Baqarah ayat 47:
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ , وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” (Al Baqarah 47-48)
Juga firman Allah I :
وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“ Dan sesembahan yang mereka sembah tidak dapat memberi syafaat. Akan tetapi (yang dapat memberi syafaat adalah) orang yang menyaksikan kebenaran dan mereka yang mengetahuinya.( Al-Zukhruf : 86.)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menetapkan akan adanya syafaat pada hari kiamat. Ayat -ayat tersebut bisa dilihat pada :
1. Surat Al-Baqarah ayat 48, 123, 254, dan 255.
2. Surat Al-Nisa’ ayat 85.
3. Surat Al-A’raf ayat 53.
4. Surat Al-Anbiya’ ayat 28.
5. Surat Al-Syu’ara’ ayat 100.
6. Surat Al-An’am 5 ayat 1, 70, dan 94.
7. Surat Yunus ayat 3 dan 18.
8. Surat Maryam ayat 87.
9. Surat Thaha ayat 109.
10. Surat Saba’ ayat 23.
11. Surat Al-Zumar ayat 43 dan 44.
12. Surat Al-Zukhruf ayat 86.
13. Surat Yasin ayat 23.
14. Surat Al-Najm ayat 26.
15. Surat Ghafir ayat 18 dan
16. Surat Al-Rum ayat 13.
17. Surat Al-Muddatstsir ayat 48.
18. Surat Al-Fajr ayat 3.
Adapun dalil-dalil dari As Sunnah tentang adanya syafaat di hari kiamat, diantaranya riwayat dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
“Setiap Nabi alaihis salam memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpannya sebagai syafaat bagi ummatku, kelak di hari kiamat. Syafaat tersebut Insya Allah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun.” (HR. Bukhari 6462 dan Muslim 512.)

Juga dalam riwayat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
خُيِّرْتُ بَيْنَ الشَّفَاعَةِ وَبَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ نِصْفُ أُمَّتِي الْجَنَّةَ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ لِأَنَّهَا أَعَمُّ وَأَكْفَى أَتُرَوْنَهَا لِلْمُتَّقِينَ لَا وَلَكِنَّهَا لِلْمُذْنِبِينَ الْخَطَّائِينَ الْمُتَلَوِّثِينَ
“ Aku diberi dua pilihan, hak syafaat ataukah separuh dari umatku masuk ke dalam surga. Aku memilih syafaat karena lebih umum dan lebih luas jangkauannya. Apakah kalian mengira bahwa syafaat akan diberikan kepada mereka yang bertakwa? Tidak, syafaat hanyalah untuk mereka yang berdosa, bersalah dan kotor oleh noda maksiat.” ( Sunan Ibn Majah 2 hal. 1441/ 3411, Musnad Ahmad 6 hal. 23, 24, dan 28.)

1011810_836794033002980_4146645740392418733_n

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *