Berzikir mengingat Allah adalah ibadah yang paling mudah, mulia dan utama. Sebab, gerakan lisan lebih ringan daripada gerakan badan. Berzikir termasuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah Taala, disyariatkan disetiap waktu. Dan sungguh, Allah menjanjikan balasan berzikir tidak seperti balasan amal-amal yang lain.

Setiap amalan fardhu ada batas-batasnya dan Allah memberikan uzur kepada hamba yang tidak mampu mengamalkannya, kecuali zikir. Allah Taala tidak memberi batas dan waktu tertentu untuk berzikir, dan tidak pula memberi uzur kepada hamba-Nya untuk meninggalkan zikir, kecuali orang yang memang telah rusak akalnya. Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”(QS. al-Ahzaab : 41-43)

Setiap mukmin dibebani tanggung jawab dua perkara; berzikir dan bersyukur. Allah Taala berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”(QS. al-Baqarah : 152)

 

Hikmah Berzikir

Allah Subhaanahu wa Taala menyebutkan dua faidah agung yang akan diperoleh seorang hamba yang berzikir kepada-Nya.

Faidah pertama : Ketentraman hati; Sebab semua manusia membutuhkan Rabb-nya di setiap keadaan, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya segala perkara yang ia cintai serta mencegahnya dari perkara yang tidak ia senangi, sehingga dengan demikian menjadi tenanglah hatinya. Allah Taala berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”(QS. ar-Ra’du : 28)

Kemudian, kebutuhan seseorang itu tidak ada habisnya, dan bersama dengan itu tidak ada yang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut kecuali Zat Yang Maha mulia, Maha mampu dan Maha penyayang, yang tiada lain Dialah Allah Subhaaahu wa Taala. Allah berfirman, “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.”(QS. al-An’aam : 102)

Faidah kedua : Menghilangkan kegelapan sifat manusia; Allah adalah cahaya langit dan bumi, semua selain Allah ada dibawah naungan Zat Allah. Maka berzikir mengingat Allah akan menyampaikan cahaya-cahaya ilahiyyah ke dalam hati, yang dengan sebab itu akan menghilangkan kegelapan-kegelapan sifat manusia dan memunculkan cahaya pada ruh manusia.

Allah Taala berfirman, “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. an-Nuur : 35)

 

Jenis-jenis Zikir

Berzikir mengingat Allah ada tiga macam: berzikir dengan hati, dengan lisan dan dengan badan.

  1. Zikir dengan lisan

Misalnya seorang mengatakan: subhaanallah, walhamdulillah, laailaaha illallah, Allahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billah, dan zikir-zikir mutlak ataupun yang tertentu. Demikian pula membaca Al-Quran, berdakwah, mengajarkan ilmu agama, dan yang semisalnya. Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”(QS. al-Ahzaab : 70)

 

  1. Zikir dengan hati.

Zikir dengan hati terbagi menjadi tiga macam sebagai berikut:

Yang pertama : Seseorang memikirkan keterangan-keterangan yang menunjukkan keesaan Allah, kemuliaan, dan keagungan nama-nama, sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Agar dengan itu muncul dihatinya perasaan mencintai Allah, mengagungkan, bersyukur dan menaati-Nya.

Yang kedua : Seseorang memikirkan baiknya hukum-hukum syariat, yang berupa perintah maupun larangan, halal-haram, pahala dan hukuman, serta janji dan ancaman. Agar ia mudah mengerjakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan yang demikian adalah dengan memperhatikan ayat-ayat Al-Quran serta sunnah-sunnah Nabi. Allah Taala berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al- Quran ataukah hati mereka terkunci?”(QS. Muhammad : 24)

Yang ketiga : Seseorang memikirkan ayat-ayat kauniyyah dan rahasia-rahasia ciptaan Allah, baik yang dilangit maupun yang dibumi. Sehingga dengan demikian ia akan melihat bahwa setiap makhluk itu menunjukkan atas keesaan Allah, bertasbih memuji-Nya, dan mempersaksikan keesaan, kemuliaan serta keagungan-Nya. Yang dengan sebab itu ia akan beribadah kepada Allah dengan penuh pengagungan, menghinakan diri dan cinta kepada-Nya seakan-akan melihat-Nya.

 

  1. Zikir dengan badan

Zikir dengan anggota badan yaitu seorang hamba tenggelam dalam amalan-amalan ketaatan kepada Allah dan menjauhi perbuatan bermaksiat kepada-Nya. Allah Taala berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”(QS. al-Baqarah : 152) dalam firman-Nya, “Ingatlah kepada-Ku!” mengandung perintah untuk segala macam ketaatan. Dan dalam firman-Nya, “niscaya Aku akan ingat (pula) kepadamu.” menunjukkan keutamaan Allah dengan memberi segala macam kemuliaan dan kebaikan dalam bentuk pahala yang besar, kedudukan yang tinggi dan keridhaan-Nya.

Zikir yang paling afdhol adalah zikir yang bersesuaian antara hati, lisan dan badan, dalam keadaan diiringi dengan ketundukan dan rasa takut. Allah Taala berfirman, “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang. Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”(QS. al-A’raaf : 205)

Barangsiapa berzikir mengingat Allah ketika lapang, niscaya Allah akan ingat kepadanya ketika susah. Orang yang paling afdhal dalam berzikir adalah orang yang disetiap keadaan selalu berzikir ingat kepada Allah, yaitu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam. Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(QS. al-Ahzaab : 21)

 

Sifat berzikir dan berdoa

Pada asalnya berzikir dan berdoa dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Mengeraskan zikir dan doa adalah pengecualian yang tidak boleh dilakukan kecuali jika ada dalil syariat yang menunjukkannya. Seperti berzikir ketika talbiyah dan semisalnya.

 

Petunjuk Nabi shallallahu alaih wa sallam dalam berzikir

Nabi shallallahu alaih wa sallam adalah manusia yang paling sempurna zikirnya kepada Allah. Beliau biasa berzikir mengingat Allah pada setiap waktu dan di segenap keadaannya. Ucapan beliau semuanya adalah zikrullah dan yang berkaitan dengannya. Perintah, larangan dan apa yang beliau syariatkan adalah bentuk zikir beliau kepada Allah Subhaanahu wa Taala. Kabar beliau tentang Rabbnya, nama, sifat, perbuatan dan hukum-hukum-Nya adalah zikir beliau kepada Allah. Pujian, tasbih, sanjungan, permintaan, doa, rasa takut dan harap beliau kepada Allah juga merupakan zikir beliau kepada Allah Taala. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada beliau. Nabi yang Allah sucikan akal, hati, lisan dan seluruh tubuhnya. Allah Taala berfirman, “Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. an-Najm : 1-5)

 

Fadhilah Zikir

Allah Taala berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. al-Baqarah : 152)“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”(QS. ar-Ra’du : 28-29) dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda, “Allah Taala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hambaku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berzikir kepada-Ku. Jika ia berzikir sendirian, maka Aku akan menyebutnya sendirian, dan jika berzikir kepada-Ku dalam satu khalayak, maka Aku akan menyebutnya dalam khalayak yang lebih baik dari mereka. Apabila ia mendekatkan diri sejengkal kepada-Ku, niscaya Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri sehasta kepada-Kua, niscaya Aku akan mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendatangiku dengan berjalan, niscaya Aku akan datang kepada-Nya dengan berlari-lari kecil.”(Muttafaqun ‘alaih)

(Disadur dari Kitab Fadhail adz-Dzikri, Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiri)

Silahkan Download File Pdf: Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *