1011810_836794033002980_4146645740392418733_n

Fasal Kesembilan : Beberapa contoh Hadits Yang Lemah Dan Palsu Tentang Syafaat

Perlu untuk kita ketahui di sini, mengingat telah banyak bertebaran dalam buku-buku yang bernisbat kepada Islam, tentang hadits-hadits lemah bahkan palsu yang berbicara seputar syafaat. Sehingga banyak orang awam yang mengamalkannya dengan berkeyakinan bahwa hal tersebut dapat menjadi sebab meraih syafaat Rasulullah r. Untuk itu kita nukilkan beberapa hadits lemah dan palsu dari As Silsilah Adh dha’iifah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani ? . Diantaranya :
مَنْ زَارَنِي بِالْمَدِيْنَةِ مُحْتَسِبًا كُنْتُ لَهُ شَهِيْدًا أَوْ شَفِيْعًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menziarahi (kuburan) ku di Madinah dengan mengharap pahala, maka aku akan menjadi saksi dan member syafaat baginya di hari kiamat.” (Hadits lemah, no : 4598)
Syeikh Muqbil bin Hadi ? berkata :” Banyak terdapat hadits-hadits tentang menziarahi kubur Rasulullah akan mendapatkan syafaat beliau r yang tidak tsabit (tetap) dari Nabi r.” ) As Syafa’ah (Nuskhah ini)hal 189(

Ringkasnya hadits ini dikeluarkan oleh Imam Baihaqi di juz 5/245 dan beliau mengatakan dalam sanadnya ada rawi yang majhul ( tidak dikenal). Dan juga Al Hafidz Muhammad bin ahmad bin Abdulhadi dalam kitabnya ) “الصارم المنكي” hal 79(
menjelaskan bahwa hadits ini tidak shahih karena selain ada rawi yang majhul juga idhtirab (goncang) riwayatnya. Dan Al Imam Ad Daaruquthni menambahkan dalam kitabnya juz 2/278 bahwa beliau mengisyarahkan bahwa hadits ini mungkar. ) Untuk takhrij hadits lengkapnya bisa merujuk di silsilah Adh Dha’ifah dan kitab Asy Syafa’ah Syeikh Muqbil bin Hadi Al waadi’iy rahimahumallah(
Juga hadits yang berbunyi :
مَنْ حَفَظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِيْنَ حَدِيْثًا مِنَ السُنَّةِ كُنْتُ لَهُ شَفِيْعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“ Barangsiapa dari umatku yang menghafal 40 hadits maka aku menjadi pemberi syafaat baginya dihari kiamat.” (Hadits palsu no :4589)
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr ? dalam Jaami’u bayaanil ilmi wa fadhlihi halaman 52 dan Al Qadhi Iyadh ? dalam Al Ilmaa’ halaman 23. Dan dalam sanadnya terdapat rawi bernama Ishaq bin Najih, dia tertuduh sebagai pendusta.

Kemudian hadits yang berbunyi :
شَفَاعَتِي لِأُمَّتِي مَنْ أَحَبَّ أَهْلَ بَيْتِي وَهُمْ شِيْعَتِي
“Syafaatku untuk umatku dari mereka yang mencintai keluargaku dan merekalah pengikutku.”(Hadits lemah no : 3747)
Dalam sanad hadits ini terdapat rawi yang bernama Muhammad bin Ibrahim Ath Thursuusi, berkata Al Hakim : Dia itu banyak salahnya. Dan berkata Adz Dzahabi dalam Adz Dziil : Dia banyak mungkarnya.
Juga dalam sanadnya terdapat rawi bernama Al Qasim bin Ja’far, yang dikatakan oleh Adz Dzahabi dalam Al Miizan : Dia itu banyak mungkarnya. ) Asy Syafa’ah hal 78 ( Nuskhah ini)(

Juga hadits :
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْدَ قَبْرِي سَمِعْتُهُ وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا وَكُلُّ بِهَا مَلَكٌ يُبَلِّغُنِي وَكُفِيَ بِهَا أَمْرُ دُنْيَاهُ وَآخِرَتِهِ وَكُنْتُ لَهُ شَهِيْدًا أَوْ شَفِيْعًا
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku didekat kuburku aku mendengarnya. Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku dari kejauhan maka setiap shalawat ada malaikat yang akan menyampaikannya kepadaku, dan dia akan dicukupi perkara dunia dan akhiratnya serta aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat baginya.” (Hadits palsu no :203)

Hadits ini dikeluarkan al Baihaqi dalam Hayatul anbiya’ halaman 15, dan Ibnul Jauzi dalam Al maudhu’at 1/303 dan berkata : Hadits ini tidak shahih, didalamnya ada Muhammad bin Marwan dan berkata Yahya dia tidak tsiqah, berkata Ibnu Namir dia itu pendusta, juga An Nasa’iy berkata dia itu matruk (Haditsnya ditinggalkan). ) Asy Syafa’ah 183 ( Dalam Nuskhah ini)(

Fasal Kesepuluh : Penutup

Dan tentunya masih banyak hadits lemah dan palsu tentang syafaat yang tidak kami paparkan disini. Untuk lebih lengkapnya silahkan merujuk ke kitab-kitab yang telah kami isyaratkan. Yang banyak disebutkan hadits lemah dan palsu seputar syafaat beserta takhrij haditsnya di dalamnya. Apa yang kami sebutkan di atas hanya sekedar contoh kecil dari hadits yang tidak sah dari Rasulullah r namun sangat terkenal di kalangan kaum muslimin. Dengan demikian, keadaan ini menuntut kita untuk lebih giat lagi memperdalam ilmu agama dan lebih rajin dalam menggali ilmu syar’i dari para ulama’. Agar paling tidak, kita sendiri dan keluarga yang diutamakan, bisa selamat di dunia dan akhirat.
Hendaklah senantiasa kita berdo’a dan memohon kepada Allah I agar memberikan petunjuk dan hidayahNya kepada kita dan anak cucu kita untuk senantiasa berada di atas jalan Allah I dan RasulNya r sesuai pemahaman para salafus shalih hingga akhir hayat kita, dan memudahkan urusan kita didunia dan akhirat. Dan kami berdo’a semoga kita semua termasuk dari orang-orang yang mendapatkan syafaat Rasulullah di akhirat kelak serta Allah I berkenan mengumpulkan kita bersama beliau r di surgaNya.
Demikianlah pembahasan ringkas seputar syafaat yang dapat kami suguhkan. Apapun jika terdapat kebenaran itu hanyalah dari Allah I dan RasulNya r, dan jika terdapat kesalahan itu berasal dari kami sendiri dan syaithan. Semoga Allah I senantiasa mengampuni dosa dan kesalahan kami, kaluarga kami dan kaum muslimin seluruhnya. Allahua’lam bish shawaab.

Yogyakarta, 10 Shafar 1433/ 1 Januari 2013

Abu Usamah Yahya Al Lijaziy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *